Are You Ready To Be The Next Entrepreneur?

Ketika masih kecil, atau masih sekolah, kita selalu ditanya oleh guru kita masing-masing atau oleh orang yang lebih tua dari kita. Apa cita-cita kita. Kebanyakan dari kita banyak menjawab ingin menjadi dokter, guru, polisi, pilot,dan profesi lain. Pernahkah dari kalian yang dulunya berpikir menjadi seorang pengusaha?jarang dan bahkan tidak ada anak kecil yang menginginkan profesi tersebut. Bahkan ketika sudah kuliah pun, orang masih jarang yang berpikir untuk menjadi pengusaha, pemikiran untuk menjadi pengusaha biasanya muncul setelah lulus kuliah, tidak memiliki pekerjaan lalu berusaha mencari uang dari ladangnya sendiri. Maka terciptalah banyak pengusaha kecil-kecilan dari lulusan–lulusan sarjana.

Pengusaha menjadi pilihan terakhir setelah orang sibuk mencari pekerjaan kesana kemari. Dimulai dari usaha kecil-kecilan hingga akhirnya menjadi besar. Lalu apa keuntungan menjadi pengusaha?dan mengapa orang banyak menghindari untuk menjadi pengusaha dan lebih memilih bekerja kantoran? jawabannya cukup simple, pengusaha jelas memberikan keuntungan salah satunya yaitu bahwa kita bisa berdiri diatas kaki kita sendiri. Dan banyak orang tidak mau menjadi pengusaha dikarenakan ketakutan mereka sebelum memulai usahanya. Sikap pesimis, dan tidak tau harus memulai dari mana juga menjadi alasannya. Apalagi bagi orang yang sama sekali tidak mengerti dunia bisnis. Karena bisnis adalah mengenai permainan keyakinan dan strategi.

Memulai menjadi pengusaha bisa dari ide sederhana seperti yang dilakukan oleh Owner Superwash laundry, Virdiansyah. Alasan Virdiansyah memilih usaha laundry adalah hanya karena dari ide sederhananya, “ Saya tidak pernah muluk-muluk waktu itu, cukup dari ide sederhana, laundry. Yang mana waktu itu dan sampai sekarang laundry menjadi satu layanan yang sangat dibutuhkan masyarakat”. So, apa yang spesial ketika bisa jadi enterpreneur, yaitu bahwa ketika kita mau gali ide sederhana itu, lalu realisasikan, maka ide sederhana tersebut akan menghasilkan sesuatu yang besar ketika ditekuni . Are u ready to be the next entrepreneur? Good luck,  entrepreneur! (AR)