Rahasia Sukses Berbisnis Laundry

 
Apakah Anda sedang menggeluti bisnis laundry?
 
Ataukah Anda tertarik untuk berbisnis Laundry?
 
Bisnis laundry adalah bisnis jasa yang super kompleks. Meski demikian, ada beberapa tips sukses untuk Anda yang ingin berbisnis laundry. Berikut, hal-hal yang harus Anda perhatikan supaya manajemen bagus dan usaha dapat berkembang dengan wajar:
 
 
1. Konsep Usaha
 
Yang dimaksud konsep usaha di sini adalah apakah bisnis laundry Ibu hanya sekedar melayani orang cuci baju atau Ibu ingin membangun sebuah bisnis jasa laundry yang besar dan menguasai pangsa pasar yang luas? Jika hanya sekadar melayani orang cuci baju, Anda dapat tampil apa adanya, peralatan seadanya, tenaga seadanya, hasil kerja pun seadanya. Namun jika Anda ingin membangun sebuah bisnis laundry yang besar dan menguasai pangsa pasar yang luas, Anda harus menyiapkan berbagai sarana dan prasarananya sejak awal.
 
2. Peralatan/Perlengkapan Kerja
 
Yang dimaksud peralatan atau perlengkapan kerja ini mulai dari mesin cuci, alat pengering, setrika listrik, meja setrika, alat pengemas, sampai dengan rak tempat menampung hasil cucian yang siap diserahterimakan kepada konsumen. Dalam bisnis jasa laundry, peralatan/perlengkapan kerja ini berperan penting dalam menghasilkan kualitas hasil kerja yang baik. Di pasaran banyak tersedia peralatan dan perlengkapan kerja seperti ini. Pilihlah yang kualitasnya diatas rata-rata namun harganya tetap terjangkau.
 
3. Bahan Baku
 
Bisnis laundry membutuhkan bahan baku, mulai dari deterjen pencuci, cairan pewangi, cairan pelembut kain, sampai dengan cairan pelicin pakaian. Semua cairan ini adalah bahan kimia. Ada 3 syarat yang harus dipenuhi bahan kimia ini, yakni aman bagi kain/pakaian yang dicuci, aman bagi kulit/kesehatan karyawan dan aman bagi lingkungan (berkaitan dengan limbah). 
 
4. Tenaga Terampil
 
Karyawan untuk bisnis laundry bukanlah orang yang hanya bisa mencuci dengan mesin cuci dan menyetrika baju saja. Tetapi harus memiliki ketrampilan lain yang lebih spesifik, yakni memahami cara memperlakukan baju berdasarkan bahan atau kainnya. Keteledoran karyawan yang paling sering adalah menghilangkan cucian, salah menyetrika yang menyebabkan baju mengkerut atau terbakar/tidak rapi. Salah mencuci yang menyebabkan baju luntur warnanya, salah mengemas yang menyebabkan baju tertukar.
 
Kesalahan fatal untuk bisnis jasa seperti ini tidak akan terjadi jika Ibu memiliki tenaga terampil yang mengerti dan memahami deskripsi pekerjaannya dan bertanggung jawab terhadap hasil kerjanya. Semuanya bisa diperoleh melalui training dasar dan re-training sesuai SOP.
 
5. Fasilitas Layanan Dan Garansi
 
Jika konsumen sudah rela memberikan rezeki untuk Anda, apakah hal yang perlu Anda lakukan untuk konsumen? Satu-satunya yang fair adalah memberikan fasilitas layanan dan garansi atas kualitas hasil kerja kita. Fasilitas layanan yang paling umum adalah antar jemput gratis. Sedangkan garansi yang paling umum adalah mengganti cucian yang hilang atau rusak dengan nilai rupiah tertentu.
 
Apakah konsumen merasa diuntungkan dengan hal tersebut?
 
TIDAK! Konsumen laundry hanya akan diuntungkan jika baju-baju kotornya kembali dalam kondisi lebih bersih. Jadi, mengunggulkan fasilitas layanan dan garansi sebagai bukanlah senjata utama untuk merangkul hati konsumen. Fasilitas layanan dan garansi hanyalah sebatas pemanis saja dalam bisnis laundry Anda.
 
6. Pengelolaan Pelanggan 
 
Banyak pelaku usaha laundry tidak mampu eksis dalam jangka panjang karena tidak mampu mengelola pelanggan. Mengelola pelanggan di sini bukanlah dengan cara rutin menelepon pelanggan dan meminta baju-baju kotornya untuk dicucikan. Pengelolaan pelanggan di sini diartikan dalam lingkup yang lebih luas sebagai ciri khas usaha jasa, yakni memberikan kualitas hasil kerja yang terbaik untuk konsumen dan membuat konsumen merasakan ketergantungan dengan bisnis laundry kita. Jadi, di sini konsumen yang tergantung kepada kita, bukan kita yang tergantung kepada konsumen. Buatlah database dan kelolalah dengan baik.