Pancasila sebagai Dasar atau Pilar?

 

Lahirnya Pancasila

                Tanggal 1 Juni adalah peringatan hari lahirnya pancasila. Tepat pada 1 Juni 1945, lahirlah falsafah negara yang diberi nama ‘pancasila’ oleh seorang ahli bahasa, sahabat Soekarno. Hal ini disampaikan Soekarno dalam pidatonya. Dalam  pidato tersebut telah disampaikan konsep atau rumusan awal pancasila sebagai ideologi negara. Negara harus memiliki ideologi agar tidak terombang-ambing tanpa arah dan tujuan. Lahirnya pancasila sebagai dasar atau landasan fundamental diyakini dapat memberi gambaran dan arahan hidup masyarakat yang bernaung di bawahnya.

Pancasila sebagai Dasar atau Pilar?

                Dewasa ini, penggunaan diksi ‘pilar’ sering digunakan masyarakat, baik dari kalangan politisi maupun rakyat awam untuk menyebutkan ‘fungsi’ atau ‘kedudukan’ pancasila. Penggunaan kata ‘pilar negara’ ini dirasa kurang tepat, mengingat definisi pilar adalah tiang, penguat, atau penyangga. Jika pancasila diibaratkan sebuah pilar, maka kedudukan pancasila menjadi sekadar penyangga, bukan lagi menjadi dasar atau fondasi negara padahal kedudukan pancasila sebagai landasan fundamental sudah jelas dieksplisitkan dalam ungkapan ‘pancasila dasar negara’. Dikhawatirkan, kesalahan penggunaan frasa ‘dasar negara’ menjadi ‘pilar negara ini’ secara tidak sadar akan mengakibatkan degradasi kesadaran masyarakat berbangsa dan berideologi pancasila. Pancasila diharapkan benar-benar difungsikan sebagai dasar negara.