Habis Gelap Terbitlah Terang, Habis Terang Buatlah Jadi Lebih Terang

 

Nama Kartini telah dikenal sejak ia menjadi sosok pelopor emansipasi wanita di Indonesia. Keberadaannya berhasil menjadi penyalur suara hati para wanita yang kala itu haus kesetaraan gender.  Langkahnya untuk menyerukan suara-suara wanita telah berhasil menaruh namanya dalam catatan  emas bersanding 

Walaupun raga Kartini tidak lagi berada di tengah-tengah masyarakat, jiwanya masih tetap hidup dan mengudara membangkitkan semangat para wanita.   Jiwa Kartini kembali hidup melalui rekam jejak yang ditulisnya dalam buku kumpulan surat Kartini, yang diberi judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Dalam kumpulan surat itu, di antaranya terdapat kalimat berikut.

“Barangsiapa tidak berani, dia tidak bakal menang, itulah semboyanku! Maju! Semua harus dimulai dengan berani! Pemberani-pemberani memenangkan tiga perempat dunia!”

 Dari kalimat tersebut, tampak secara eksplisit bahwa Kartini telah membangkitkan kembali nyawa-nyawa keberanian yang terpendam pada diri wanita, yang pada mulanya hanya dianggap sebagai bayang-bayang bias gender saja.

                Dari sosok Kartini tersebut, muncullah Kartini-Kartini modern yang kini melalang buana di tanah nusantara. Kartini-Kartini modern inilah yang akan menjadi pemutar rekam jejak suara-suara Kartini tentang emansipasi. Kartini masa kini harus menarik paradigma habis gelap terbitlah terang menjadi habis gelap terbitlah terang, habis terang buatlah menjadi lebih terang. So, wanita di manapun kalian berada, siapkah menjadi Kartini modern?